Al-Quran yang secara harfiah berarti “bacaan sempurna” merupakan suatu nama pilihan Allah yang sungguh tepat, karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Quran Al-Karim, bacaan sempurna lagi mulia itu. » Read more: Al Quran
Al Quran
Januari 18th, 2010 by alif No comments »Where is your position…?
Desember 29th, 2009 by alif No comments »Suatu ketika ada seorang ayah yang hendak memberikan pelajaran kepada anaknya tentang bagaimana menjadi pemimpin. Di ajaklah anak tersebut untuk berjalan-jalan mengitari suatu tempat. Tempat yang hendak dituju oleh sang ayah adalah hunian yang mayoritas penduduknya adalah pembuat batu bata, karena kebanyakan dari penduduk tersebut mata pencahariannya adalah pengrajin tanah liat.
Dalam perjalanan dengan anaknya tersebut sang ayah bertemu dengan salah satu pembuat batu bata dan berkata “pak apa yang sedang anda lakukan”. “Ah bapak, apa bapaktidak lihat saya sedang membuat batu batu” jawab pembuat batu bata tersebut. Setelah mendengar jawaban tersebut sang ayah kemudian beranjak meninggalkan orang tersebut.
Kemudian sang ayah melanjutkan perjalanannya kembali dan menemui pembuat bata yang kedua kalinya, sambil menanyakan pertanyaan yang sama, sebagaimana yang telah ditanyakan pada orang sebelumnya. Orang kedua tersebut menjawab “saya sedang mencari Rp. 40.000 sehari pak untuk penghidupan” mendengar jawaban tersebut sang ayah mengangguk-angguk seraya merasa iba.
Setelah mengetahui jawaban tersebut lagi-lagi ayah beserta putra semata wayangnya tersebut melakukan perjalanan lagi dan menemui pembuat batu bata yang ke tiga, seperti sebelumnya ayah pun menanyakan pertanyaan yang sama “apa yang sedang bapak kerjakan” tanya sang ayah. Orang ketiga ini pun menjawab “oh saya sedang membangun rumah yang bagus”. Sang ayah pun tersenyum dan merasa senang dengan jawaban tersebut.
Kemudian ia melanjutkan perjalanan lagi hingga menemui pembuat batu bata yang ke empat. Untuk terakhir kalinya sang ayah pun memberikan pertanyaan yang sama sebagaimana pertanyaan yang ditanyakan pada orang-orang sebelumnya. Orang keempat ini pun menjawab “saya sedang membantu ustadz Aziz membuat masjid yang megah pak, supaya masyarakat bisa beribadah disini”. Mendengar jawaban tersebut sang ayah pun terkagum-kagum. Setelah sekian lama melakukan perjalanan bersama putranya sang ayah merasa letih untuk itu sang ayah mengajak anaknya untuk sejenak beristirahat disebuah pohon yang rindang
Sambil menikmati suasana yang segar dibawah pohon dengan angin sepoi-sepoi sang ayah pun berdialog dengan anaknya. Bagaimana perasaanmu hari ini? “Aku sangat senang yah bisa diajak ayah jalan-jalan” jawab sang anak dengan polos. Kemudian ayah tersebut bertanya tahukah kamu apa tujuan ayah mengajakmu jalan-jalan hari ini? Anak itu pun menggeleng-gelengkan kepala pertanda tak tahu apa yang dimaksudkan ayahnya. Lantas sang ayah memberinya pelajaran dari perjalanan yang mereka berdua lakukan.
Dari empat orang yang kita temui tadi tergambar empat kriteria seseorang. Ada orang yang berjiwa pesuruh, pemimpin biasa, pemimpin bagus dan pemimpin besar. Kriteria pertama diwakili oleh orang yang hanya membuat batu bata tanpa mengerti apa tujuan dari perbuatannya membuat batu bata. Ia tahu apa yang ia kerjakan dan bagaimana cara mengerjakan. Bahkan ia mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Hanya saja orang ini tak tahu mengapa ia harus mengerjakan hal tersebut atau dengan kata lain tidak tahu tujuan dari perbuatannya tipe ini adalah gambaran dari jiwa pesuruh.
Berbeda dengan orang kedua, orang ini adalah cermin pemimpin biasa, ia bekerja dengan sunguh-sungguh dan mengetahui tujuan dari apa yang ia kerjakan namun sayang tujuannya masih kecil hanya untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Walaupun begitu ia masih tergolong pemimpin biasa, ini adalah kriteria kedua
Sedang orang yang ketiga mewakili ciri dari pemimpin bagus, orang tersebut tidak hanya berbuat yang terbaik namun juga memiliki tujuan yang besar yakni ingin memberikan tempat yang nyaman bagi keluarganya. Ia memiliki tujuan yang besar serta apa yang ia lakukan akan menghasilkan sesuatu yang berharga bagi diri dan keluarganya. Ini adalah kiteria pemimpin yang ketiga
Adapun kriteria keempat yakni ciri dari pemimpin yang besar tergambar dari pembuat batu yang keempat. Pemimpin jenis ini tidak hanya bekerja dengan sungguh-sungguh dan memiliki visi yang besar melainkan juga visi yang ia miliki juga bertujuan untuk kebaikan orang banyak, yakni sebuah masjid yang bisa degunakan untuk beribadah bagi orang banyak. Dengan visinya ia berusaha membuat hidup orang lain menjadi lebih baik.
Dari empat kriteria tersebut yang paling mengerikan tentu saja yang pertama yaki tipe pesuruh karena mereka hanya bekerja tanpa mengetahui tujuan dari apa yang ia kerjakan. So where is your position?
Tips :
- Evaluasilah apa yang telah anda kerjakan
- Apakah energi yang telah dikeluarkan selama ini telah diarahkan pada hal yang tepat
- Jika belum segera perbaiki visi dan tujuan dari apa yang hendak anda kerjakan
- Ambillah waktu untuk mereset ulang arah dan tujuan hidup anda
- Tentuka tindakan apa yang dapt mendekatkan dari tujuan hidup anda
- Serta tulis semuanya itu agar bisa mengingatnya
What’s your goal … ?
Desember 28th, 2009 by alif 1 comment »Saat anda merasa hidup anda berjalan bukan di rel tujuan anda, maka anda akan mendapati catatan puluhan tahun umur anda yang telah lewat begitu saja, sedang anda merasa tidak sedang mewujudkan apa yang anda harapkan.
Banyak orang yang menjalani kehidupan tanpa adanya tujuan yang jelas, sehingga menjalani hidup ini bak air mengalir, hidup hanya terombang-ambing oleh angan-angan tanpa andanya realisasi sedikitpun, mereka berjalan di dunia ini tanpa orentasi yang jelas
Adakalanya di dunia ini ada orang yang berjuang keras, bersusah payah dan berkeringat namun pada akhirnya ia tidak mendapatkan sesuatu dari apa yang telah ia usahakan, mengapa ? hal itu dikarenakan tidak merencanakan segala sesuatunya dengan baik sebelum melakukannya. Berikut contoh kisah berkenaan dengan hal tersebut
Alkisah ada dua orang karyawan dari perusahaan kontraktor yang diberi tugas untuk membetulkan kebocoran tangki di suatu gedung bertingkat, ketika keduanya hendak menaiki lift tertera pengumuman yang bertuliskan “Maaf, Lift sedang dalam perbaikan” tanpa banyak pikir keduanya pun memutuskan untuk naik melalui anak tangga, meskipun gedung tesebut berlantai 25 keduanya tetap naik dan membawa peralatannya, ini adalah sebuah semangat yang tumbuh dikarenakan kondisi yang mendesak, namun apa yang terjadi
Setelah berusaha dengan gigih, serta keringat yang begitu deras akhirnya keduanya sampai juga di lantai teratas dari gedung tersebut, namun salah satu dari keduanya melirik kawannya sambil berkata “aku memiliki dua kabar untukmu yang pertama kabar gembira sedang yang satu lagi kabar buruk” mulailah dengan kabar gembira, sahut rekannya
“Kabar gembiranya yakni akhirnya kita sampai juga di lantai teratas walau harus melalui anak tangga,” katanya
Setelah terlihat tanda kegembiraan kawannya berkata “bagus kita telah berhasil, lalu apa kabar buruknya?”
Dengan malu-malu kawannya mengatakan “ Ini bukanlah bangunan yang kita maksud “
Kisah tersebut menyadarkan kita kembali mengenai apa yang menjadi bahasan kita diawal yakni tentang tujuan yang hendak kita raih. Pelajaran yang bisa dipetik dari kisah tersebut bahwa memiliki tujuan yang jelas, perencanaan yang matang serta tindakan yang cermat merupakan syarat untuk menggapai kesuksesan dalam hidup. Sedang orang yang tidak memiliki tujuan hidup yang jelas maka ia akan menghasilkan sesuatu yang kosong walau ia sudah bekerja keras dan hujan keringat dikarenakan ketiadaan tujuan yang menjadi target dari apa yang telah ia usahakan, layaknya kedua orang tersebut. Sudahkah kita memiliki tujuan yang jelas dalam hidup ini ?
Hari 3
Desember 24th, 2009 by alif No comments »رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi”
Sang Waktu
Desember 24th, 2009 by alif 2 comments »Suatu ketika di padang rumput yang luas pada saat yang bersamaan terdapat seekor rusa dan singa, seekor rusa terlihat berlari begitu cepat ketika mengetahui seekor singa tengah hendak menerkam dirinya dengan mengerahkan segala tenaganya si rusa tersebut berlari begitu kencang karena tak ingin menjadi santapan si singa, demikian juga sebaliknya seekor singa itu pun mencoba untuk mengejar karena tak ingin kelaparan lantaran kelaparan. Demikianlah sekilas gambaran dari realitas kehidupan rimba yang sering terjadi terkam menerkam.
Bagaimana dengan kita sebagai manusia apakah menjadi seekor rusa yang mana bila lambat dalam berlari niscaya akan termangsa, atau menjadi seekor singa bila tak mampu menyaingi kecepatan rusa nisacaya tak akan mendapat apa-apa. Satu-satunya pilihan terbaik adalah senantiasa terus berpacu dengan waktu yang begitu cepat berlalu agar tidak termangsa oleh cepatnya waktu itu sendiri dengan mengisinya dengan hal-hal yang terbaik.
Pada dasarnya setiap orang memiliki waktu yang sama yakni sama-sama 24 jam sehari, namun dengan waktu yang sama itu hasil yang diperoleh setiap manusia berbeda-beda, ada yang usahanya begitu maju dan berkembang dengan pesat namun ada juga yang tidak mengalami peningkatan bahkan mengalami kerugian dari hari-hari.
Ada yang mengatakan, jika kita ingin mengetahui siapakah manusia terbodoh, dialah yang tidak memanfaatkan modal waktu, tenaga serta kemampuannya dengan baik, waktu dibiarkan begitu saja berlalu dengan tindakan-tindakan yang tidak membawa manfaat baik untuk dirinya apalagi orang lain. Tidak bisa dipungkiri bahwa satu-satu yang tidak bisa direm adalah waktu, setiap orang punya jatah yang sama yang naik kelas dan juga yang tidak naik kelas sebenarnya memiliki kesempatan belajar yang sama semuanya bergantung pada kemampuan mengatur waktu.
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Rasulullah bersabda “sebaik-baik manusia adalah mereka yang diberi panjang umur dan baik amalnya dan sejelek-jelek manusia adalah mereka yang diberi panjang umur namun jelek amalannya (HR. Ahmad)
Dari firman Allah dan hadis Nabi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap manusia yang terus bertambah umurnya akan mengalami kerugian kecuali orang yang dapat memanfaatkan waktu untuk empat perkara, menguatkan keimanannya atas kebenaran, berusaha menjadikan segala perbuatannya sebagai amal shalih, mendakwahkan kebenaran serta terus melatih kesabaran. Wallahu a’lam
Change your attitude
Desember 23rd, 2009 by alif No comments »Ada sebuah ungkapan yang berbunyi “Jika ingin mengubah orang lain ubahlah sikapmu terhadapnya” di sisi lain ada yang mengatakan “ubahlah dirimu niscaya orang lain akan mengubah dirinya karena kamu” ungkapan tersebut mengajarkan kepada kita bahwa jangan merubah orang lain dengan mengubah orangnya namun ubah dulu sikap kita kepadanya. Kenapa kita dilarang mengubah sikap orang lain secara langsung? Alasannya tentu banyak diantaranya di dalam diri orang lain ada ego untuk mempertahankan diri, ada gengsi serta arogansi yang menyuruhnya untuk merasa malu atau merasa rendah kalau sampai diubah oleh orang lain.
Menurut Albert Einsten orang yang sudah bijak (punya banyak pengalaman dan pengetahuan) biasanya lebih mudah menerima nasehat sebaliknya orang yang belum bijak (minim ilmu dan pengalaman) biasanya sulit untuk menerima nasehat. Para nabi pun tidak diberi otoritas oleh Tuhan untuk mengubah orang lain tugasnya hanyalah menyampaikan risalah dan menyeru (al balaagh / ad da’wah) dengan adanya penyampaian itu diharapkan ada pencernaan dan pencerahan sehingga bilamana sudah dapat menerima maka yang terjadi adalah mengikuti, dan dalam rangka menyampaikan risalah-Nya tersebut seorang nabi juga diberi guideline, salah satu guide line tersebut adalah empati.
Adapun bentuk empati yang dicontohkan ialah menunjukkan ungkapan yang baik , sikap yang baik dan tidakan yang baik. Ungkapan yang baik maksudnya yakni ungkapan yang tidak menyinggung apalagi menyakiti, sikap yang baik maksudnya sikap yang tidak menimbulkan antipasti atau sinisme sedangkan tindakan yang baik yakni membantu meringankan beban orang lain, membela yang tertindas dll.
Sesungguhnya untuk dapat mengubah orang lain yakni dengan cara mengeluarkan kapasitasnya serta dorongan yang ada dalam dirinya, hal ini dikarenakan setiap orang memiliki dorongan untuk berubah yang dibutuhkan orang lain biasanya adalah konfirmasi (penegasan), support (dukungan) atau direksi (arahan)
Jadi sikap kita terhadap orang lain akan ikut menentukan sikap orang lain terhadap diri kita, jika kita berpikir positif kemungkinan besar orang tersebut akan tertarik untuk positif, sebaliknya kalau kita sudah bersikap negative maka orang lain akan pasti memberikan reaksi yang negative. Sesugguhnya kebaikan balasannya adalah kebaikan juga. Kerendahan hati akan mengundang kemuliaan, pemaksaan akan mengundang pertahanan atau penolakan sedang kelembutan akan mengalahkan kekerasan.
Pertanyaan yang kerap kali muncul adalah bilamana kita sudah bersikap positif terhadap seseorang namun kadangkala balasan yang kita terima adalah sikap negative. Satu hal yang harus kita sadari bahwa dalam hidup ini seseorang itu memiliki karakter yang berbeda ada yang positif dan ada juga yang negative. Hanya saja ketika kita terus berperilaku positif maka akan lebih banyak energy positif yang kita dapatkan kalau pun ada satu dua yang negative itu hal biasa namanya juga hidup tidak mungkin yang baik saja yang kita temui. Jadi tebarkan sikap positif niscaya orang akan berubah menjadi positif terhadap diri kita.
Hari 2
Desember 23rd, 2009 by alif No comments »رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
“Wahai Tuhan Kami, berikanlah rahmat kepada Kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi Kami petunjuk yang Lurus dalam urusan Kami (ini).”
Hari 1
Desember 22nd, 2009 by alif 5 comments »رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
….”Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri”.
Pelajaran dari sang guru
Juni 9th, 2009 by alif No comments »
Suatu ketika ada seorang murid yang mempunyai kebiasaan tidak baik yakni sering berkata-kata kotor kepada temannya apalagi ketika ia marah kata-katanya begitu pedas di dengar, melihat keadaan murid tersebut sang guru memberikan pelajaran kepada murid tersebut, sang guru memberikan beberapa paku dan menasehati muridnya sambil berkata “ bila hendak berkata kotor / menghina orang lain maka pakukan paku tersebut ke suatu balok . » Read more: Pelajaran dari sang guru